
Tasikmalaya, 27 Februari 2026 – SMA Negeri 5 Tasikmalaya resmi membuka kegiatan Pesantren Ekologi 2026 pada Jumat pagi ini, dengan tema yang menggabungkan nilai-nilai keagamaan Islam dan kepedulian terhadap lingkungan. Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Hj. Iis Suminar Rahmi, M.Pd., yang menyampaikan sambutan di hadapan siswa kelas X, XI, dan XII beserta guru dan staf sekolah.
Dalam pidatonya, Hj. Iis Suminar Rahmi menekankan tujuan utama kegiatan ini sebagai upaya membangun karakter siswa yang berbasis pada ajaran Islam rahmatan lil alamin, sekaligus meningkatkan kesadaran ekologis di tengah isu perubahan iklim global. "Pesantren Ekologi ini bukan hanya tentang ibadah ritual, tapi juga tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi untuk menjaga alam. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan, sehingga menjadi generasi yang hebat dan peduli," ujarnya di Masjid Assalam sekolah.
Kegiatan hari ini difokuskan pada Aksi Ekologi dengan tema "Menanam Pohon", sesuai jadwal resmi yang dirilis oleh panitia pelaksana. Pelaksanaan dibagi menjadi dua lokasi utama untuk memaksimalkan partisipasi siswa. Di lingkungan sekolah, siswa melakukan penanaman tumbuhan obat dan lima jenis tumbuhan rambat, seperti sirih gading, philodendron, dan ivy, yang dipilih karena manfaatnya dalam meningkatkan kualitas udara dan estetika lingkungan sekolah. Sementara itu, proses Tadabur Alam—yaitu refleksi dan pemaknaan nilai-nilai Islam terkait alam—dilakukan di kawasan Komplek Dadaha Tasikmalaya, diikuti dengan aksi bersih-bersih lingkungan untuk membersihkan sampah dan menjaga kebersihan area publik.
Pesantren Ekologi ini berlangsung dari 23 Februari hingga 13 Maret 2026, melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Selain aksi ekologis, siswa diwajibkan mengikuti program pendukung yang dirancang untuk membentuk kebiasaan positif, antara lain:
- Tujuh Pembiasaan Anak Indonesia Hebat: Kegiatan harian dari bangun tidur hingga tidur kembali, mencakup shalat tepat waktu, tadarus Al-Quran, dan kebiasaan sehat lainnya.
- Poe IBU: Infak harian minimal Rp1.000 untuk menumbuhkan semangat memberi, peduli, dan gotong royong, dikumpulkan saat masuk sekolah.
- Rantang Kanyaah: Berbagi makanan atau bahan makanan dengan masyarakat sekitar, sebagai wujud nilai bageur (kebaikan) dalam Islam.
- Wakaf Al-Quran: Pengumpulan Al-Quran secara sukarela dari setiap kelas untuk diwakafkan ke masjid atau lembaga keagamaan.
- Mabit: Malam bina iman dan takwa, termasuk buka puasa, sahur bersama, qiyamul lail, dan pembinaan akhlak di sekolah.
Setiap siswa dibekali Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mencatat refleksi dan bukti pelaksanaan. Dokumentasi kegiatan, berupa foto atau video, wajib diunggah melalui link khusus yang disediakan panitia, memastikan transparansi dan evaluasi yang komprehensif.
Panitia pelaksana, dipimpin oleh Drs. H. Abdul Karim selaku Ketua, menyatakan bahwa kegiatan ini didukung oleh guru pendidikan agama Islam (GPAI) dan narasumber eksternal. "Kami harap Pesantren Ekologi ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tapi membentuk siswa menjadi agen perubahan lingkungan yang berbasis nilai-nilai agama," kata Abdul Karim.
Acara hari ini berjalan lancar dengan partisipasi aktif siswa, dan akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan seperti praktik manasik haji, presentasi LKPD, serta aksi ekologis bertema membersihkan lingkungan dan hemat energi pada pekan-pekan mendatang. SMA Negeri 5 Tasikmalaya terus berkomitmen mengintegrasikan pendidikan karakter dengan isu kontemporer
